Minggu, 07 September 2014
Ibu di Florida beri putrinya pil isi telur cacing pita
Seorang ibu di Amerika sangat
mendukung putrinya agar bisa memenangkan
kontes kecantikan. Hanya saja, ia menggunakan
cara yang tak lazim yakni memberi putrinya pil
berisi telur cacing pita tanpa memberi tahu sang
putri terlebih dahulu.
Si ibu yang tak disebutkan namanya itu sengaja
memberi putrinya pil berisi telur cacing pita agar
anaknya tersebut lebih mudah menurunkan berat
badan. Dengan bobotyang ideal, diharapkan si
anak bisa berpeluang lebih besar memenangkan
kontes kecantikan tersebut.
Tapi apa daya, sebelum kontes berlangsung, si
gadis justru merasakan sakit luar biasa di
perutnya. Ia pun melakukan scan dan terlihat ada
yang bergerak-gerak di perutnya, padahal saat itu
jelas ia sedang tidak hamil.
Dikutip dari berbagai sumber, usai diminta
melakuikan pemeriksaan feses, alangkah
terkejutnya tim medis karena feses gadis itu
penuh dengan cacing pita anakan yang sedang
menggeliat-geliat.
"Ukuran cacing-cacing itu cukup besar dan
sangat menggelikan. Kami bingung bagaimana
cacing itu bisa ada di situ. Saat itu juga wajah
ibu pasien terlihat pucat. Setelah itu si ibu
mengaku dialah yang memberi pil isi telur cacing
pita agar anaknya langsing," tutur salah satu
perawat Maricar Cabral-Osorio.
Setelah mendapat obat resep dari dokter, si ibu
pun meminta maaf kepada putrinya. Ketika
masuk ke dalam tubuh manusia, larva cacing pita
bisa kemudian melakukan perjalanan ke otak dan
membentuk kista. Ketika mulai mati, larva
menyebabkan aneurisma (kelainan pembuluh
darah). Untuk mengatasinya maka diperlukan
operasi darurat.
"Kalau larva cacing pita belum sampai ke otak
tetapi masih ada di saluran pencernaan, cacing
bisa keluar bersama tinja. Untuk mengatasinya
ya dikasih obat cacing, satu kali, terus seminggu
kemudian dikasih satu lagi, sudah bisa sembuh
itu dengan dosis dua kali," tutur Prof dr
Supargiyono, DTM&H, SU, SpPar(K), Kepala
Bagian Parasitologi FK UGM kepada detikHealth.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar